|
No
|
Tokoh
|
Karakter
|
Data / kutipan
|
Alasan
|
|
1.
|
Hasan
|
· Laki-laki biasa yang sederhana dan
tubuhnya kurus
· Seorang yang kurang teguh pendiriannya
· Seorang fanatik yang dengan agamanya
|
·
Seperti
namanya pula, rupa, dan tampang Hasan pun sederhana. Hanya badnnya kurus, dan
karena kuru itulah maka nampaknya seperti orang yang tinggi, mata, dan
pipinya cekung(Atheis, 1949:7)
·
Dia seorang
pencari. Dan sebagai seorang pencari, maka ia selalu terombang-ambing dalam
kebimbangan dan kesangsian (Atheis, 1949 : 7).
·
... berpuasa
tujuh hari tujuh malam. Hasan kemudian menyelesaikan ritualnya mandi di kali
Cikapundang selama 40 kali, satu malam dan sembahyang Isya sampai
Shubuh.(Atheis, 1949 : 24-25)
|
Kutipan pada novel atheis halaman
7 dan halaman 24 sampai 25 jelas sekali menunjukkan karakter tokoh Hasan.
|
|
2.
|
Kartini
|
·
Korban Siti
Nurbaya dipaksa kawin oleh ibunya dengan seorang rentenir Arab tua kaya raya.
·
Kartini
seorang yang berideologi tegas dan radikal.
|
·
... Kartini
itu telah dipaksa kawin oleh ibunya dengan seorang rentenir Arab tua yang
kaya raya. (Atheis,1949:34)
·
...
pengalamannya yag pahit itulah telah membikin dia menjadi srikandi yang
berideologi tegas dan radikal (Atheis,1949:35)
|
Karakter tokoh yang dijelaskan pada kutipan merupakan
penjelasan dari Rusli dan penjelasan penulis
|
|
3.
|
Rusli
|
·
Rusli adalah
teman kecil Hasan. Dari kecil Rusli adalah anak yang nakal, jarang
sembahyang.
·
Rusli juga
seorang yang dapat menghargai orang lain dan sopan.
·
Rusli seorang
yang mudah mempengaruhi orang lain
|
·
Rusli itu
adalah seorang kawanku ketika kecil. (Atheis,1949:35)
...yaitu
kalau Rusli nakal, aku sembahyang. (Atheis,1949:35)
·
Tentu saja
saudara Hasan tidak akan membiarkan pendapat saya itu. Itu saya dapat
mengerti dan hargai, dan memang tak asah saudara Hasasn menerima segala apa
yang saya katakan itu. (Atehis,1949:78)
·
... bertambah
banyaklha aku tertarik oleh uraian Rusli yang suka sekali membawa aku
berpikir tentang pelbagai soal hidup, baik soal-soal kemasyarakatan, politik,
ekonomi dan lain-lain yang selama itu tidak pernah menjadi soal bagiku.
(Atheis,1949:112)
|
Karakter tersebut disebutkn oleh
tokoh “aku” yaitu Hasan
|
|
4.
|
Anwar
|
· Anwar adalah rekan dari Rusli dan
Kartini. Anwar adalah seniman anarkhis dan ramah. Seperti dikutip, bagaimana
fisik dari Anwar
· Laki-laki yang cakap rupanya dan sipit
matanya Orang yang selalu beranggapan bahwa dirinya adalah Tuhan
· Anwar adalah individualistis anarkhis
dan suka memaksakan kehendaknya.
|
·
Perkenalknan
dulu. Saudara Anwar, seniman anarkhis dari Jakarta (Atheis, 1949:105)
·
Ia pemuda yang
cakap rupanya. Kulitnya kuning seperti orang Cina dan matanya pun agak sipit.
Mungkin ia keturunan Cina/Jepang. Ia berkumis kecil seperti sepot sapu lidi
dan janggutnya jarang-jarang seperti akar yang liar. (Atheis,1949:105)
·
Kalau menurut
saya, “sambung Anwar” Tuhan itu adalah aku sendiri (telunjuknya sendiri
menusuk dadanya). (Atheis,1949:109)
·
Ia suka sekali
mendesak-desakkan kehendak atau pendapatnya sendiri. Dalam hal ia selalu
agresif. Selalu polemis dan menggunakan dirinya sendiri, seolah-olah dialah
saja yang paling pintar...(Atheis,1949:137)
|
Beberapa kutipan tersebut jelas
sekali menunjukkan karakter tokoh.
|
|
5.
|
Orang tua Hasan
|
·
Sangat cinta
pada anaknya
·
Orang yang
saleh dan alim
|
·
Orang tuaku
sangat cinta kepadaku dan Fatimah (Atheis,1949:15)
·
Ayah dan Ibuku
tergolong orang yang sangat saleh dan alim. (Atheis,1949: 11)
|
Karakter tokoh sangat jelas.
Tetera pada kutipan, karakter tokoh disebutkan oleh “Hasan”
|
|
6.
|
Siti
|
· Siti adalah seorang babu yang soleha.
Dia juga seorang babu yang memiliki iman yang cukup kuat. Ia sangat pandai
mendongeng.
|
· Siti suka sekali mendongeng, dan
sebagai biasanya pandai pula ia mendongeng. Dan yang biasa didongengkannya
itu dongeng yang hidup subur diantara para santri itu. (Atheis,1949:18)
|
Karakter tokoh disebutkan oleh
“aku” pengarang bukan “aku” Hasan
|
|
7.
|
Nata
|
· Seorang pembantu laki-laki, dia adalah
suaminya Siti. Dan Nata adalah seorang santri yang cukup taat.
|
·
... maka babu
dan bujang pun terdiri dari sejodoh orang-orang alim juga. (Atheis,1949:18)
|
Karakter tokoh disebutkan oleh
“aku” pengarang bukan “aku” Hasan
|
|
8.
|
Haji Dahlan
|
· Seorang haji yang berasal dari Banten.
Haji Dahlan merupakan seorang haji yang memiliki ilmu atau pandangan yang
cukup luas tentang ajaran agama islam.
|
·
... seorang
haji dari Banten. Haji Dahlan begitu nama orang ini setelah memakai
sorban.(atheis, 1949:11)
|
Karakter tokoh disebutkan oleh
“aku” pengarang bukan “aku” Hasan
|
|
9.
|
Bung parta
|
·
Seorang tokoh
pergerakan. Ia sangat pandai dalam menyampaikan pandangan-pandangannya itu,
ia sering menggunakan lelucon untuk lebih meresap apa yang disampaikannya
itu, sehingga lebih mudah diterima oleh pendengarnya.
|
·
Ia turut aktif
bergerak di kalangan serikat buruh perkapalan yang corak Internasional.
(Atheis,1949:120)
·
Kalau Bung
Parta melucu, Anwarlah yang paling keras tertawa.(Atheis,1949:121)
|
Karakter tokoh Bung Parta yang
diambil di kutipan halaman 120 & 121 sangat menunjukkan karakter tokoh
oleh penulis.
|
Rabu, 29 Juni 2016
Analisis Novel Atheis Achdiat K Mihardja
Langganan:
Komentar (Atom)