Jumat, 16 Juni 2017



ANALISIS NOVEL “AND THIS LOVE GOES TO YOU” KARYA GLORY CHRISTABELLE:
                                              PSIKOLOGI SIGMUND FREUD

Judul Novel                 : And This Love Goes To You
Penulis                         : Glory Christabelle
Penerbit                       : Gagas Media
Jml. Halaman              : 262 halaman
Cetakan ke                  : I, 2008

            Novel “And This Love Goes To You” menceritakan tentang kisah seorang gadis yang berpenampilan maskulin dengan kisah cinta yang rumit dan menyakitkan. Mulai dari kasih cinta kedua orang tuanya hingga kisah cintanya sendiri bersama mantan dan calon kekasih. Ketidaksetiaan sang ayah dan kekasihnya membuat Sam membenci laki-laki dan meragukan kesetiaannya. Alur novel ini menggambarkan sebuah pengkhianatan namun dengan akhir cerita yang bahagia.  Penulis novel ini akan membawa kita merasakan rasa sakit, luka, melupakan, dan keberanian untuk menetapkan pilihan.
“Untuk menyembuhkan luka, kita harus berani menyentuh bagian yang sakit terlebih dahulu”.
A.    ANALISIS ID, EGO, SUPEREGO
·         Tokoh : Samantha
1.      Id           
Rumahnya terasa lengang. Sekosong hatinya. Entah karena apa, malam ini Sam begitu sentimentil. Rasa sepi dan kosong hingga tersa begitu menusuk.
( Paragraf 2, halaman 13).

Ego
Sam tergelak sinis. Ia membayangkan hidup sendirian sampai tua dan mati tanpa seorangpun mengetahuinya. Ia tidak boleh berpikir yang bukan-bukan. (Paragraf 2, halaman 13).

Super ego
Sebuah ide muncul di kepala Sam. Tiga kamar kosong, selembar karton, dan spidol besar. Sempurna. Ia mulai menulis sesuatu dan memasangnya di depan rumah.  (Paragraf 2, halaman 13).



2.      Id
Rasa sepi menyusup ke dalam hati Sam. ( paragraf 11, hal 63 )

Ego
Sam kembali berusaha memusatkan perhatiannya ke layar komputer.... sebuah luka lama kembali mengusik hati dan ingatannya. Sam berusaha menolak kenangan pahit itu. ( paragraf 3, hal 64 )

Super Ego
Ia mengentakkan mouse jengkel, bangkit dari kursinya, kemudian pergi membuat kopi ( paragraf 4, hal 64 )

3.      Id
Sam terdiam . Apa yang harus dilakukannya untuk menanggapi ajakan denis ? sam benar-benar bingung. Dadanya berkecamuk. Pikirnya campur aduk jadi satu. (paragraf 1, halaman 111)

Ego
Kapan lagi, Sam ? kapan lagi bisa nonton sama Denis ? Selama ini bukankah elo bener-bener merindukan dia ? Ayolah, Sam  kalau dulu Denis pernah direbut orang, sekarang giliran elo untuk ngerebut balik.
Jangan sam. Apa elo lupa sakitnya diduain? Oke , cewek itu emang nggak banget. Tapi kan, tetep aja dia pacar Denis yang sekarang. Jangan ngerusak hubungan orang... (paragraf 2, halaman 111)

Super Ego
... kalo mau nonton, boleh-boleh aja. (paragraf 8, halaman 111)


·         Tokoh : Adi
1.      Id
Adi selalu dibanggakan sebagai penerus keluarga. ( paragraf 65, halaman 18)

Ego
Sudah bertahun-tahun Adi menjadi anak yang baik, hingga akhirnya kekosongan hati mebuatnya bergerak. Ia tidak bisa membiarkan dirinya tenggelam dalam rutinitas yang dibencinya. Ia harus melakukan sesuatu. ( paragraf 65, halaman 18)

Super ego
Ia memutuskan keluar dari pekerjaannya. ( paragraf 65, halaman 18)




·         Tokoh : Vania
1.      Id
Vania memerhatiakn Sam sejak tadi ( paragraf 21, halaman 6)

Ego
Mungkin inilah momennya bagi Vania. Kapan lagi ia bisa bertemu sosok yang memesona seperti ini? ( paragraf 21, halaman 6)

Super Ego
“Hai, Vania.” Ucap vania mengulurkan tangan dan tersenyum sumringah.  (paragraf 22, halaman 6).

Sam beranjak pergi, namun tangan Vania menahannya. “ Boleh minta nomor hp kamu?” ( paragraf 24, halaman 6).

2.      Id
Kepercayaan dirinya runtuh seketika ( paragraf 33, halaman 6)

Ego
Kakinya gatal ingin membawanya kabur sekarang juga, meninggalkan kantor impiannya, menyembunyikan wajahnya di dalam tanah seperti burung unta.
(paragraf 33, halaman 6)

Super Ego
Vania histeris sambil mendaratkan tamparan di pipi Sam , lalu berlari sekencang-kencangnya, bagaikan pelari tercepat sedunia, masuk kedalam toilet terdekat dan menolak untuk keluar hingga berjm-jam kemudian. ( paragraf 37, halaman 8)

·         Tokoh : Pak Ivan
1.      Id
Pak Ivan membelalak. Ia mulai bisa menduga arah pembicaraan ini ( paragraf 29, halaman 7)

Ego
Tapi, terlalu sayang jika ia menghentikannya sekarang. Sama seperti orang-orang lain, dirinya pun kadang-kadang butuh hiburan. Dan, percakapan ini bisa menjadi tontonan yang menarik baginya. ( paragraf 29, halaman 6)

Super Ego
Ia menahan diri untuk tidak tersenyum geli ( paragraf 29, halaman 6)
Pak Ivan terbatuk-batuk, berusaha menutup tawanya yang nyaris meledak. ( paragraf 32, halaman 6)