ANALISIS NOVEL “AND THIS LOVE GOES
TO YOU” KARYA GLORY CHRISTABELLE:
PSIKOLOGI
SIGMUND FREUD
Judul Novel : And This Love Goes To You
Penulis : Glory Christabelle
Penerbit : Gagas Media
Jml. Halaman : 262 halaman
Cetakan ke : I, 2008
Novel “And This Love Goes To You”
menceritakan tentang kisah seorang gadis yang berpenampilan maskulin dengan
kisah cinta yang rumit dan menyakitkan. Mulai dari kasih cinta kedua orang
tuanya hingga kisah cintanya sendiri bersama mantan dan calon kekasih. Ketidaksetiaan
sang ayah dan kekasihnya membuat Sam membenci laki-laki dan meragukan
kesetiaannya. Alur novel ini menggambarkan sebuah pengkhianatan namun dengan
akhir cerita yang bahagia. Penulis novel
ini akan membawa kita merasakan rasa sakit, luka, melupakan, dan keberanian
untuk menetapkan pilihan.
“Untuk menyembuhkan luka, kita
harus berani menyentuh bagian yang sakit terlebih dahulu”.
A.
ANALISIS ID, EGO, SUPEREGO
·
Tokoh : Samantha
1.
Id
Rumahnya terasa
lengang. Sekosong hatinya. Entah karena apa, malam ini Sam begitu sentimentil.
Rasa sepi dan kosong hingga tersa begitu menusuk.
( Paragraf 2, halaman
13).
Ego
Sam tergelak sinis. Ia
membayangkan hidup sendirian sampai tua dan mati tanpa seorangpun
mengetahuinya. Ia tidak boleh berpikir yang bukan-bukan. (Paragraf 2, halaman
13).
Super ego
Sebuah ide muncul di
kepala Sam. Tiga kamar kosong, selembar karton, dan spidol besar. Sempurna. Ia
mulai menulis sesuatu dan memasangnya di depan rumah. (Paragraf 2, halaman 13).
2.
Id
Rasa sepi menyusup ke dalam hati Sam. (
paragraf 11, hal 63 )
Ego
Sam kembali berusaha memusatkan
perhatiannya ke layar komputer.... sebuah luka lama kembali mengusik hati dan
ingatannya. Sam berusaha menolak kenangan pahit itu. ( paragraf 3, hal 64 )
Super
Ego
Ia mengentakkan mouse jengkel, bangkit
dari kursinya, kemudian pergi membuat kopi ( paragraf 4, hal 64 )
3.
Id
Sam terdiam . Apa yang harus
dilakukannya untuk menanggapi ajakan denis ? sam benar-benar bingung. Dadanya
berkecamuk. Pikirnya campur aduk jadi satu. (paragraf 1, halaman 111)
Ego
Kapan lagi, Sam ? kapan lagi bisa nonton
sama Denis ? Selama ini bukankah elo bener-bener merindukan dia ? Ayolah,
Sam kalau dulu Denis pernah direbut
orang, sekarang giliran elo untuk ngerebut balik.
Jangan sam. Apa elo lupa sakitnya
diduain? Oke , cewek itu emang nggak banget. Tapi kan, tetep aja dia pacar
Denis yang sekarang. Jangan ngerusak hubungan orang... (paragraf 2, halaman
111)
Super
Ego
... kalo mau nonton, boleh-boleh aja.
(paragraf 8, halaman 111)
·
Tokoh : Adi
1.
Id
Adi selalu dibanggakan sebagai penerus
keluarga. ( paragraf 65, halaman 18)
Ego
Sudah bertahun-tahun Adi menjadi anak
yang baik, hingga akhirnya kekosongan hati mebuatnya bergerak. Ia tidak bisa
membiarkan dirinya tenggelam dalam rutinitas yang dibencinya. Ia harus
melakukan sesuatu. ( paragraf 65, halaman 18)
Super
ego
Ia memutuskan keluar dari pekerjaannya.
( paragraf 65, halaman 18)
·
Tokoh : Vania
1.
Id
Vania memerhatiakn Sam sejak tadi (
paragraf 21, halaman 6)
Ego
Mungkin inilah momennya bagi Vania.
Kapan lagi ia bisa bertemu sosok yang memesona seperti ini? ( paragraf 21,
halaman 6)
Super
Ego
“Hai, Vania.” Ucap vania mengulurkan
tangan dan tersenyum sumringah.
(paragraf 22, halaman 6).
Sam beranjak pergi, namun tangan Vania
menahannya. “ Boleh minta nomor hp kamu?” ( paragraf 24, halaman 6).
2.
Id
Kepercayaan dirinya runtuh seketika (
paragraf 33, halaman 6)
Ego
Kakinya gatal ingin membawanya kabur
sekarang juga, meninggalkan kantor impiannya, menyembunyikan wajahnya di dalam
tanah seperti burung unta.
(paragraf 33, halaman 6)
Super
Ego
Vania histeris sambil mendaratkan
tamparan di pipi Sam , lalu berlari sekencang-kencangnya, bagaikan pelari
tercepat sedunia, masuk kedalam toilet terdekat dan menolak untuk keluar hingga
berjm-jam kemudian. ( paragraf 37, halaman 8)
·
Tokoh : Pak Ivan
1.
Id
Pak Ivan membelalak. Ia mulai bisa
menduga arah pembicaraan ini ( paragraf 29, halaman 7)
Ego
Tapi, terlalu sayang jika ia
menghentikannya sekarang. Sama seperti orang-orang lain, dirinya pun
kadang-kadang butuh hiburan. Dan, percakapan ini bisa menjadi tontonan yang
menarik baginya. ( paragraf 29, halaman 6)
Super
Ego
Ia menahan diri untuk tidak tersenyum
geli ( paragraf 29, halaman 6)
Pak Ivan terbatuk-batuk, berusaha
menutup tawanya yang nyaris meledak. ( paragraf 32, halaman 6)